Gejala – gejala Umum Pada Anak Autis

Gejala – gejala umum anak autis yang mudah anda kenali, dengan adanya gangguan seperti :

1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik, misanya : Tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai, kontak mata yang kurang, ekspresi muka yang kurang hidup, bahasa tubuh yang kurang tertuju.

2. Gangguan kualitatif dalam komunikasi., seperti : perkembangan bicara yang terlambat atau sama sekali tidak berkembang, bila bicara tidak dipakai untuk berkomunikasi, anak tidak mengunakan komunikasi secara non verbal, bahasa tubuh atau bicara yang aneh dan di ulang – ulang, jika bermain kurang variatif dan imajinatif.

3. Gangguan terhadap kebiasaan ( perilaku, keinginan dan minat ), seperti :
* Mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan.
* Terpaku pada suatu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya.
* Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang.
* Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.

Autis bukan disebabkan oleh Sindroma Rett atau Gangguan Disintegratif masa kanak – kanak. Namun, kemungkinan kesalahan diagnosis selalu ada, terutama pada autis ringan. Hal ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan atau penyakit lain yang menyertai gangguan autis yang ada, seperti retardasi mental yang berat atau hiperaktivitas.

Posted in Anak Autis | Tagged , , , | Comments Off on Gejala – gejala Umum Pada Anak Autis

Ciri-ciri Anak Autis

Secara detail ada beberapa Ciri – ciri yang terlihat dalam fase usia timbulnya gejala autis pada anak, seperti :

1. Usia 0 – 6 bulan. Apabila anak terlalu tenang dan jarang menangis, terlalu sensitif, gerakan tangan dan kaki yang terlalu berlebihan terutama pada saat mandi. Tidak pernah terjadi kontak mata atau senyum yang secara sosial, dan jika digendong atau ditimang mengepal tangan atau menegangkan kaki secara berlebihan.

2. Usia 6 – 12 bulan. Jika digendong kaku atau tegang dan tidak berinteraksi atau tidak tertarik pada maianan atau tidak beraksi terhadap suara atau kata. Dan selalu memandang suatu benda atau tangannya sendiri secara lama. Itu akibat terlambatnya perkembangan saraf motorik pada otak yang mungkin terlalu halus atau kasar.

3. Usia 2 – 3 tahun. Tidak berminat atau bersosialisasi terhadap anak-anak lain dan kontak mata tidak nyambung dan tidak pernah fokus, juga kaku terhadap orang lain dan masih senang digendong dan malas mengerakan tubuhnya. Biasanya sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang :
a. interaksi sosial,
b. bicara dan berbahasa,
c. cara bermain yang monoton, kurang variatif.

4. Usia 4 – 5 tahun. Sukanya anak ini berteriak-teriak dan suka membeo atau menirukan suara orang dan mengeluarkan suara-suara aneh. Dan gampang marah atau emosi apabila keinginan dan kemaunnya terganggu dan tidak dituruti, lebih agresif dan suka menyakiti diri sendiri.

Berikut ini beberapa ciri autis (diambil dari Wikipedia) :

A. Interaksi Sosial :
1. Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
2. Kesulitan bermain dengan teman sebaya
3. Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
4. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah

B. Komunikasi Sosial :
1. Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal
2. Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
3. Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
4. Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi sosial

C. Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif :
1. Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
2. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
3. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda.

Posted in Anak Autis | Tagged , , , , , , | Comments Off on Ciri-ciri Anak Autis

Kenali Anak Autis

Mengenali anak penderita autis

Autis adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Autis terbagi dalam 2 jenis :
1. Autis Infatil, yang biasanya diderita oleh anak – anak karena kegagalan perkembangan yang sangat kompleks
2. Autis Schizophrenia, autis ini biasanya diderita oleh seseorang karena proses regresi dari penyakit jiwa

Penderita autis tidak selalu dikonotasikan mereka yang mempunyai pola tingkah laku yang selalu aktif, tetapi ada juga yang pasif. Menurut banyak pendapat di masyarakat bahwa penderita autis biasanya pintar, mempunyai kelebihan dalam suatu hal contoh Bill Gates ( seorang pencetus Microsoft ), dia juga seorang anak autis.

Di Indonesia sendiri penderita autis mencapai 20 % dari total seluruh penduduk Indonesia. Pada autis infatil yang biasa diderita oleh anak – anak pada umumnya terjadi pada usia 1 – 5 tahun. Ada pula pada sebagian anak, gejala – gejala autis sudah ada sejak lahir. Jika diestimasikan di Indonesia sendiri jumlah penderita autis diperkirakan mencapai 20 % atau sekitar 65.000 anak autis dari total seluruh jumlah penduduk indonesia sekitar 280 juta jiwa.

Di Ingris sendiri pada awal tahun 2002 dilaporkan bahwa anak penderita autis meningkat tajam ( Dr. Widodo Judarwanto SpA ) bahkan Dr. Widodo pada tahun 2006, jumlah anak autis di indonesia dapat mencapai 150 – 200 ribu orang dengan perbandingan antara anak laki- laki dan anak perempuan 2,6 – 4 : 1, namun anak perempuan yang menderita autis lebih berat gejalanya dibanding anak laki – laki. Tetapi menurut sebuah peniitian di Amerika, dari 10.000 kelahiran kemungkinan yang sering terjadi pada penderita autis adalah anak laki – laki dibanding anak perempuan.

Posted in Anak Autis, Mengenal Autisme | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Kenali Anak Autis