Ciri-ciri Anak Autis

Secara detail ada beberapa Ciri – ciri yang terlihat dalam fase usia timbulnya gejala autis pada anak, seperti :

1. Usia 0 – 6 bulan. Apabila anak terlalu tenang dan jarang menangis, terlalu sensitif, gerakan tangan dan kaki yang terlalu berlebihan terutama pada saat mandi. Tidak pernah terjadi kontak mata atau senyum yang secara sosial, dan jika digendong atau ditimang mengepal tangan atau menegangkan kaki secara berlebihan.

2. Usia 6 – 12 bulan. Jika digendong kaku atau tegang dan tidak berinteraksi atau tidak tertarik pada maianan atau tidak beraksi terhadap suara atau kata. Dan selalu memandang suatu benda atau tangannya sendiri secara lama. Itu akibat terlambatnya perkembangan saraf motorik pada otak yang mungkin terlalu halus atau kasar.

3. Usia 2 – 3 tahun. Tidak berminat atau bersosialisasi terhadap anak-anak lain dan kontak mata tidak nyambung dan tidak pernah fokus, juga kaku terhadap orang lain dan masih senang digendong dan malas mengerakan tubuhnya. Biasanya sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang :
a. interaksi sosial,
b. bicara dan berbahasa,
c. cara bermain yang monoton, kurang variatif.

4. Usia 4 – 5 tahun. Sukanya anak ini berteriak-teriak dan suka membeo atau menirukan suara orang dan mengeluarkan suara-suara aneh. Dan gampang marah atau emosi apabila keinginan dan kemaunnya terganggu dan tidak dituruti, lebih agresif dan suka menyakiti diri sendiri.

Berikut ini beberapa ciri autis (diambil dari Wikipedia) :

A. Interaksi Sosial :
1. Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
2. Kesulitan bermain dengan teman sebaya
3. Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
4. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah

B. Komunikasi Sosial :
1. Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal
2. Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
3. Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
4. Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi sosial

C. Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif :
1. Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
2. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
3. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda.

Rekomendasi:Konsumsi VitaBrain, Suplemen Vitamin Untuk Otak Anak, BAGUS Untuk Perkembangan Anak Autis. Lihat detail di sini

This entry was posted in Anak Autis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>