Autisme

Salah satu kesulitan utama yang dialami oleh anak yang mengalami masalah autisme adalah mengembangkan empati  social seperti halnya teman-temans sebayanya. Pada dasarnyam semakin dini penanganan masalah ini, semakin efektif peningkatan kemampuan kemampuan tersebut. Anak-anak penderita autis sulit malakukan interaksin social pada usia dini karena kurangnya kemampuan pragmatis mereka, yang merupakan langkah awal dalam berkomunikasi. Penyebab autism pada anak adalah ganguan perkembangan dan fungsi sususan sara pusat yang menyebabkan gangguan fungsi otak, terutama pada fungsi mengendalikan pikiran, pemahaman dan komunikasi dengan orang lain. Gangguan pertumbuhan sel otak ini terjadi pada saat kehamilan 3 bulan pertama, kira-kira 60% anak autis mempunyai IQ dibawah 50 sedangkan sebanyak 20%-nya antara 50-70 dan hanya 20% yang mempunyai IQ lebih dari 70. Anak autis tidak mempunyai banyak masalah medis yang perlu dipertimbangkan (kecuali penderita autis yang mengalami epilepsy). Namun pada umumnya tetap mengalami penderitaan penyakit gigi dan mulut yang lebih berat, karena kondisinya yang tidak normal.

Kesulitan dokter gigi dalam menghadapi penderita autisme adalah sulit berkomunikasi dan berperilaku agresif. Penanganan anak autis lebih mudah dengan bantuan tenaga kesehatan lain, orangtua, serta pembimbingnya. Anak autis umumnya mempunyai suatu kebiasaan yang teratur dan rutin dan biasanya lebih menyukai makanan yang lunak dan manis-manis. Karena koordinasi gerakan lidah tidak teratur, sering makanannya ditahan, diemut, dan tidak langsung ditelan. Kebiasaan ini ditambah dengan konsumsi makanan yang manis-manis menyebabkan peningkatan kerusakan pada gigi menjadi gigi berlubang.

Anak yang menderita autisme harus terhindaru dari bahan makanan yang mengandung gluten, kasein ddan zat tambahan makanan (food additives) seperti MSG, pewarna makanan, dan gula sintetis aspartame. Gluten adalah protein dari tepung terigu dan hasilnya seperti sereal gandum, barlei,oats, dan masakan yang dibuat dri tepung terigu seperti mie, roti, cake dan kue-kue kering dan ain-lain. Sebagai bahan makanan pengganti, dapat memanfatkan makanan tradisional. Makanan berbahan tepung beras, tepung jagung, tepung maizena, tepung tapioca dapat menjadi alternative.

Kasein adalah protein dari susu, yang berasal dari hewan dan hasil olhannya seperti keju, susu asam, emntega dan lain-lain yang dibuat dari susu. Pengganti dari produk susu ini dapat diperoleh dari susu kedelai, susu kentang dan susu almond. Namun tetap hindari penggunaan Monosodium glutamate (MSG), pewarna makanan, dan gula sintetis karena bagaimanapun produk itu terbuat dari bahan-bahan kimia pada pangan dan olahan yang hanya berfungsi untuk menambah rasa. Tidak ada bahan pengganti untuk olahan produk ini.

Rekomendasi:Konsumsi VitaBrain, Suplemen Vitamin Untuk Otak Anak, BAGUS Untuk Perkembangan Anak Autis. Lihat detail di sini

This entry was posted in Anak Autis and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>